Kamis, 17 Oktober 2013

MENGENAL KAIN SINTETIK NYLON

MENGENAL KAIN SINTETIK NYLON



Prolog

Nylon merupakan kain sintetik yang dihasilkan dari minyak tanah. Kain nylon mulai dikembangkan pada tahun 1930 sebagai alternatif dari bahan sutra meskipun kain nylon dengan cepat tidak terjangkau oleh warga sipil karena kain nylon digunakan secara luas ketika perang dunia II terjadi. Bahan nylon dikembangkan oleh Wallace Carothers ketika bekerja di perusahaan Dupont Chemical yang hingga kini terus memproduksinya. Kain nylon dinilai karena bobotnya yang ringan, kekuatan tarik yang hebat, daya tahan, dan bisa menahan kerusakan pada bahan tersebut. Selain itu, kain nylon juga proses pewarnaannya mudah dilakukan sehingga kain tersebut dari segi warna bisa menjadi banyak plihan untuk para konsumen.


Perawatan produk pakaian bahan nylon

 Kini pemakaian produk pakaian dari bahan kain nylon sudah menyebar luas. Produk pakaian dari bahan kain nylon diantaranya adalah stoking, kaos bola, kaos futsal, dan lain-lain. Namun, dalam segi perawatan tentu saja berbeda dengan bahan kain alami seperti kain katun. Adapun cara untuk merawat busana berbahan nylon ialah:
  • . Nylon dapat dicuci dengan air dingin dan mesin cuci.
  • . Pisahkan dari kain lainnya
  • . Pisahkan nylon putih dari kain lainnya yang berwarna.
  • . Bila perlu, gunakan bleach yang tidak mengandung chlor
  • . Setel pengering pada kecepatan rendah
  • . Segera keluarkan dari pengering  


Kelebihan produk pakaian bahan nylon

  • Nylon merupakan bahan yang ringan dan kuat
  • Nylon bersifat elastis
  • Nylon adalah bahan yang awet dan cepat kering
  • Nylon mudah dicuci
  • Nylon tidak mudah berubah bentuk
  • Nylon tidak mudah robek
  • Nylon tahan terhadap panas dan air, sehingga dapat digunakan sebagai bahan payung dan pakaian renang
  • Nylon tahan terhadap serangga, jamur, dan kutu
  • Nylon tidak perlu disetrika

Kelemahan produk pakaian bahan nylon

  • Nylon tidak mudah menyerap keringat, sehingga terasa panas ketika dikenakan.
  • Sulit dan memakan waktu lama untuk didaur ulang
  • Celana dalam dari nylon bila digunakan dalam cuaca panas dapat mengakibatkan masalah   kewanitaan
  • Busana nylon mudah meleleh bila terkena panas, sehingga dapat mengakibatkan luka bakar pada pemakainya.


Rabu, 09 Oktober 2013

JENIS CAT SABLON SOLVENT BASE/PLASTISOL

JENIS CAT SABLON SOLVENT BASE/PLASTISOL


Cat sablon solvent base atau berbasis minyak yang dikenal sebagai cat sablon plastisol merupakan jenis cat sablon yang lazim digunakan dalam produksi kaos selain cat sablon waterbase ink. Sama seperti cat sablon waterbase ink, cat sablon plastisol memiliki banyak jenis yang biasa terdapat di pasaran.Untuk itu, jenis-jenis cat sablon plastisol akan dijelaskan sebagai berikut

1. Tinta PVC  

Tinta PVC digunakan untuk menyablon diatas bahan/media ; kertas, mika, PVC, acrilyc, kulit sintetis, kayu, dll. Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta PVC mudah untuk digunakan karena tidak mudah kering di screen.

2. Tinta Polymate 

Tinta Polymate digunakan untuk menyablon diatas bahan/media ; plastik PP, PE, atau HDPE ( Kresek ). Menggunakan minyak pencampur M 4 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta polymate perlu diproses terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menyablon, karena tinta yang baru dibeli biasanya sangat cepat mengering di atas screen. Sebelum digunakan, tinta polymate dicampur dengan M 4 secukupnya dan dibiarkan dalam keadaan tutup kaleng terbuka untuk beberapa lama ( kurang lebih 20 – 24 jam ), bila sempat sesekali aduk kembali dan tambahkan M 4. Setelah tinta agak mengental, maka dapat segera digunakan dengan nyaman untuk menyablon ( tidak cepat kering ).

3. Tinta Polytuff

Karakteristik tinta Polytuff mirip dengan tinta polymate, namun dengan minyak pencampur therfin sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Biasanya digunakan untuk menyablon karung plastik.

4. Tinta Nylon  

Tinta nylon untuk menyablon diatas bahan/ media nylon atau kain polyester ( bahan tas ). Menggunakan minyak pencampur M 3 sebagai pengencer ( solvent ) dan pembersihnya. Tinta nylon mudah untuk digunakan, dan terkadang memerlukan campuran catalyst ( penguat ) untuk bahan nylon tertentu.

5. Tinta Heavy Duty / Industrial 

Ada banyak jenis tinta dalam kategori ini yang disesuaikan dengan kebutuhan dan media yang akan di sablon seperti misalnya ; tinta untuk metal, kaca/ gelas, keramik, hard plastik, coated metal, PS, ABS, dsb.

JENIS CAT SABLON WATERBASE INK

  JENIS CAT SABLON WATERBASE INK


Cat sablon waterbase ink atau cat sablon berbasis air lazim digunakan dalam produksi kaos baik dalam skala industri besar maupun industri rumahan. Cat sablon waterbase ink tersedia dalam berbagai jenis sesuai dengan karakteristik dan aplikasi penggunaannya. Untuk mengetahui jenis-jenis cat sablon waterbase ink yang tersedia di pasaran, maka ada baiknya bila penjelasan berikut disimak.

1. Tinta Rubber/karet/GL


Tinta ini bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon diatas dasar kain yang melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama. Tinta rubber umumnya digunakan untuk underbase, underbase sendiri difungsikan sebagai penutup warna kain sebelum penyablonan warna-warna diatasnya. Tinta rubber sendiri dibagi menjadi dua jenis untuk dua fungsi kegunaan. Jenis pertama adalah tinta rubber white yang digunakan untuk underbase/dasar (biasanya untuk warna kain gelap agar warna sablon yang dihasilkan maksimal maka dipergunakan tinta dasar terlebih dahulu), bisa juga digunakan untuk mendapatkan warna-warna pastel/muda. Jenis kedua adalah rubber color yang digunakan untuk pencampuran warna-warna tua. Untuk mendapatkan warna putih yang bersih dan cemerlang, campurkan tinta rubber white dengan sedikit pigmen/pewarna berwarna.

2. Tinta Transparan

Umumnya disebut dengan coating, karena dapat difungsikan sebagai pelapisan hasil sablon, sehingga hasil sablon lebih cemerlang atau mengkilap. Tinta ini memiliki bentuk seperti tinta extender yang transparan, tetapi memiliki kandungan yang lebih kuat atau lebih keras. Tinta ini baik sekali untuk teknik penyablonan separasi empat warna dengan terlebih dahulu memberikan rubber white pada permukaan bahannya.

3. Tinta Extender

Tinta ini bersifat transparan, hanya cocok untuk penggunaan diatas bahan putih atau bahan-bahan berwarna terang. Sifat dari cat ini adalah menyatu/menyerap pada bahan.

d. Tinta Super White/Rib White

Tinta ini hampir sama jenisnya dengan tinta rubber, terdiri dari dua jenis yaitu white dan color. Tinta ini sifatnya lebih mendekati tinta extender yaitu menyatu dengan bahan dan transparan, serta dapat disablon diatas dasar bahan berwarna gelap.

e. Tinta Puff/Timbul/Foam Ink

Tinta ini terdapat pada kedua jenis tinta baik underbase maupun plastisol. Tinta ini memerlukan pemanasan yang akan mengakibatkan tinta ini mengembang dengan efek timbul.