Sabtu, 24 Agustus 2013

PROSES PEMBUATAN KAOS DI KONVEKSI RUMAHAN

PROSES PEMBUATAN KAOS DI KONVEKSI RUMAHAN


Proses produksi kaos pada usaha konveksi dengan skala industri rumahan biasanya dikerjakan dengan mesin dan peralatan yang bersifat otomatis yang dikombinasikan dengan cara-cara yang masih bersifat manual mulai dari pembuatan pola hingga pada tahap pemeriksaan kualitas kaos. Berikut akan dijelaskan bagaimana proses produksi kaos dalam skala industri rumahan.

1. Memilih bahan
Mula-mula bahan yang akan digunakan untuk membuat kaos dipilih sesuai dengan kriteria 

2. Styling
Melakukan pembuatan desain kaos baik dari coretan tangan di kertas maupun dari desain  grafis di computer dengan dilanjutkan dengan pembuatan pola kaos
1.    
3.     3.  Cutting
Melakukan pemotongan kain sesuai dengan pola yang telah dibuat yang terdiri dari potongan badan, lengan, serta kantong jika ingin ditambahkan.

2.    4.   Penyablonan/Pembordiran
Apabila si pemesan kaos menginginkan adanya tulisan maupun gambar pada kaosnya maka, kain-kain yang telah dipotong sesuai dengan polanya bisa dibawa ke tempat penyablonan maupun pembordiran.

3.   5.   Pemasangan aksesoris
Pemsangan aksesoris bersifat opsional seusai dengan permintaan si pemesan kaos. Aksesoris yang dipasang biasanya berupa pin, kancing atau semacamnya.

6.  Menggabungkan bagian depan atau belakang kaos
Bagian depan dan belakang kaos dijahit di sampingnya untuk menyatukan keduanya. Proses ini harus dilakukan hati-hati agar jarum tidak memotong benang kain sehingga dapat menyebabkan kain menjadi robek.

7.   Menjahit tepian bagian lengan
Bagian lengan dijahit terlebih dahulu pada tepinya sebelum disatukan dengan bagian badan.

8.   Menjahit tepian bawah bagian badan.

9.   Menyatukan bagian lengan dan badan
Pada tahap ini, bentuk kaos secara keseluruhan mulai terlihat. Tergantung dari stelan kaosnya, proses ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah pemasangan leher baju.

10.   Memasang leher baju.

11.   Merampungkan bagian neckline.

12. Memasang label baju.

13. Quality Control
Pada proses ini, kaos mulai disortir untuk memilih dan memilah kualitas kaos agar terhindar dari yang namanya cacat produksi

1    14. Packing
Kaos yang sudah dipilah dikemas/dipacking dan siap diambil atau dikirim ke alamat si pemesan


Jumat, 23 Agustus 2013

PROSES PENGOLAHAN BAHAN KAIN UNTUK KAOS

 PROSES PENGOLAHAN BAHAN KAIN UNTUK KAOS 


Bahan baku mentah yang digunakan untuk produksi kaos adalah kapas. Kapas tersebut diolah melalui proses pemintalan atau dalam industri tekstil biasa disebut dengan proses spinning. Proses spinning adalah proses  pengolahan kapas atau polyester hingga menjadi benang.


Mesin Pemintal Kapas

Benang hasil pemintalan ini akan diolah lagi melalui proses berikutnya yang disebut soft winderSoft winder adalah proses penggulungan benang hasil dari pemintalan. Benang yang telah digulung melalui proses soft winder akan mengalami berikutnya, yaitu proses pencelupan benang dengan tujuan untuk memberi warna pada benang sebelum ditenun menjadi kain. Setelah proses pencelupan benang selesai dilakukan, maka benang  tersebut dikeringkan.


Gulungan Benang Hasil Pemintalan
Kain yang telah dicelup akan ditenun (weaving) untuk mengolah benang menjadi kain. Sebelumnya, benang tersebut perlu disiapkan terlebih dahulu hingga terbentuk anyaman benang yang akan dimasukkan ke dalam mesin tenun. Setelah terbentuk anyaman benang, maka benang tersebut bisa ditenun (weaving).


Mesin Tenun

Setelah proses penenunan dilakukan, maka akan terbentuk lembaran-lembaran kain. Lembaran-lembaran kain ini kemudian masuk ke proses pemeriksaan atau disebut Shiage. Dalam proses ini, kain akan diperiksa dan ditentukan grade-nya. Bila dari pemeriksaan tersebut ditemukan adanya cacat, maka kain akan dikirim ke bagian perbaikan. Selain itu, dalam proses ini juga dilakukan proses klasifikasi kain sesuai dengan jenisnya. Bahan untuk jenis kaos biasanya berupa bahan katun Carded, katun Combed, atau Teteron Cotton. Sementara untuk kaos polo, biasanya terbuat dari jenis katun pique yang berpori lebih besar.

Setelah melalui proses pemeriksaan (Shiage), kain akan masuk ke dalam proses pemolesan terhadap warna, penampilan dan pegangan (handling) yang disebut proses Dyeing. Proses ini merupakan proses tahap akhir dalam proses produksi kain, mulai dari pengolahan bahan baku kapas atau polyester hingga menjadi kain.

Kain yang akan dikirim ke pasar akan melalui proses penggulungan dan pengepakan sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Sampai tahap ini selesailah proses produksi kain di pabrik. Kemudian kain akan dipasarkan ke pelanggan-pelanggan atau distributor dan pusat-pusat grosir kain. Melalui pusat-pusat grosir inilah biasanya industri garmen mendapatkan suplai bahan baku kain. Industri-industri garmen ini meliputi industri konveksi, sablon atau percetakan hingga ke level industri rumah tangga.

Ketika tiba di level konveksi atau industri garment, kain-kain tersebut dipotong sesuai pola kaos oblong atau kaos polo. Setelah dipotong, kain tersebut kemudian dijahit, dan dikemas hingga menjadi barang jadi seperti kaos oblong, atau kaos polo. Industri garmen atau tekstil mulai dari hulu hingga hilir seperti disebut diatas saling memiliki ketergantungan sehingga sangat diperlukan stabilitas pasokan bahan baku dan harga agar industri garmen ini tetap tumbuh dan berkembang.

Rabu, 21 Agustus 2013

MENGENAL KAOS BOLA

MENGENAL KAOS BOLA


Kaos Bola
      Populeritas olah raga sepakbola dan futsal yang semakin menanjak di tanah air menjadi berkah tersendiri untuk para pembuat kaos bola murah, baik itu yang bersifat konveksi rumahan maupun skala industri Hal tersebut didasari oleh para pelaku olahraga sepakbola  ini yang sering kali membuat kelompok atau tim pada setiap permainan mereka. Oleh karena itu, mereka membutuhkan kostum untuk membedakan antara tim mereka dengan yang lain. 

     Bagi pelaku olaharga sepakbola yang memilliki budget terbatas, kaos bola murah menjadi pilihan dan alternatif dalam memilih kostum. Kaos bola murah bukan berati kualitas jauh di bawah. Pemilihan bahan yang tepat membuat kaos bola murah memiliki kualitas bahan yang baik.
Berikut ini beberapa pilihan bahan lengkap dengan kelebihannya yang bisa digunakan untuk memproduksi kaos bola murah :

Bahan Waper     
Paling direkomendasikan, memiliki tektur timbul, adem, elastis

Bahan Paragon  
Sedikit lebih tebal dibanding bahan waper, tidak serap keringat, namun lebih awet, pas body

Bahan Nike      
Memiliki bentuk Tekstur rintik berpori, cenderung lebih panas dari Waper, namun     memiliki sifat elastisme yang paling baik

Bahan Hyget Super  
Tekstur polos, pilihan yang tepat untuk mereka yang mencari baju bola murah yang adem hal itu dikarenan bahan ini  yang tips




SEKILAS TENTANG KAOS OLAHRAGA

SEKILAS TENTANG KAOS OLAHRAGA


           Kaos olahraga yang diproduksi konveksi-konveksi di tanah air pada umumnya dibuat dari bahan Teteron Cotton atau biasa disingkat TC. Bahan ini memang agak panas ketika dikenakan dan tidak bisa menyerap keringat dengan baik, namun kelebihannya adalah bahan ini tidak mudah susut meskipun telah di cuci beberapa kali. Bahan kaos Teteron Cotton ini bisa masih terlihat baik meski sudah di pakai selama 3 tahun.
         Berdasarkan ketahanan kaos dari bahan TC ini, banyak sekolah-sekolah yang memilih bahan ini untuk pengadaan kaos olahraga sekolah mereka. Selain dikenal karena tahan lama, bahan kaos TC ini juga mempunyai harga yang lebih murah dibandingkan dengan kaos berbahan katun. Oleh karena itu, bahan kaos TC memang cocok untuk kaos olahraga sekolah, dengan kelebihannya yang tidak mudah susut, awet dan harga terjangkau.
        Bahan kaos TC digunakan untuk membuat bagian atasan kaos olahraga, sedang untuk bawahannya ada 2 pilihan bahan yang umum dipakai, yaitu bahan Adidas dan bahan Lotto. Bahan Adidas lebih tebal dari bahan Lotto, namun celana dari bahan Lotto lebih awet dibandingkan dengan celana dari bahan Adidas. Bahan Adidas lebih mudah sobek atau berlubang jika bahan tersebut bergesekan dengan tanah tatkala tak sengaja terjatuh ketika berolahraga. Walaupun celana olahraga dari bahan Lotto harganya lebih murah dan lebih tipis di banding celana olahraga dari bahan Adidas, celana dari bahan Lotto lebih awet dari celana bahan Adidas.
        

Kamis, 15 Agustus 2013

SEKILAS TENTANG KEMEJA

SEKILAS TENTANG KEMEJA


Kemeja berlengan panjang
Kemeja (shirt) adalah pakaian jadi untuk badan bagian atasan, khususnya untuk pria. Istilah kemeja berasal dari Bahasa Protugis Camisa. Pakaian ini menutupi tangan, bahu, dada sampai ke perutNama lain adalah; kamisa, yang masih dekat dengan bentuk aslinya; blus, dari bahasa Perancis, terutama untuk wanita dan hem dari bahasa Belanda. Kemeja memiliki ciri khas, yaitu adanya kerah, lengan baju yang panjang maupun pendek dengan manset yang terletak diujung lengan baju dan bukaan vertical yang dilengkapi kancing di bagian depan kemeja. Kemeja juga dapat dipakai dengan dasi di bawah kerah kemeja. 
Kemeja formal (dress shirt) dipakai untuk acara-acara resmi atau formal. Kemeja formal di desain untuk di kenakan dengan jacket/blazer dan dasi, tetapi bisa juga di kenakan tanpa keduanya. Kemeja ini memiliki potongan yang berbeda jika di bandingkan dengan kemeja kasual. Berbeda dengan kemeja formal, kemeja kasual didesain untuk di kenakan dengan leher tak di kancingkan, dan terlihat aneh jika memakai dasi. 

Kemeja sering kali dianggap remeh. Kemeja dipakai dibawah jaket dan pemakaian dasi sutera yang telah disesuaikan, kemeja tampak kurang penting daripada keduanya. Namun, kemeja akan terlihat penting bagi pria ketika jaket yang dikenakannya dilepas di siang hari. Kemeja juga menjadi pakaian yang penting bagi pria ketika dipakai untuk bekerja di kantor. 

Berikut ini ada lima tips kemeja yang cukup berguna, antara lain..

1. Sesuaikan dengan badan

Kemeja tidak mudah untuk disesuaikan dengan badan. Ada sejumlah bagian yang perlu diperhatikan untuk keseimbangan baju tersebut seperti bagian dada, pinggang dan pinggul. Ada tiga aspek penting yaitu bagian leher, pergelangan tangan dan pinggang. Kemeja hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran leher dan lengan panjang, jadi selama Anda tahu bagaimana yang sesuai (seperti dua jari ukuran dibawah kerah, batas lengan panjang harus dibawah pangkal ibu jari Anda) dengan badan Anda, hal tersebut tidak akan jadi masalah.

2. Luangkan waktu untuk mencucinya

Berikan deterjen yang lebih pada bagian ketiak, manset dan kerah ganda kemeja sebelum Anda mencucinya. Noda keringat adalah faktor utama yang membuat kerah baju anda menjadi lebih kotor.

3. Leher yang terbuka membutuhkan kerah yang kuat

Tidak ada yang salah mengenakan kemeja tanpa menggunakan dasi. Pastikanlah ketiadaan dasi tersebut dikombinasikan dengan warna atau pola di bagian tertentu. Banyak hal yang menentukan 'dirinya' sebuah kerah yang mencegah jatuh dan terlipat di bawah kerah jaket. Hal-hal tersebut meliputi tinggi kerah, konstruksi bahan dan lebar kerah.

4. Kemeja Putih vs Kemeja Biru

Kemeja putih terkesan bersih, terang dan cerdas, biasanya kemeja putih sebagai pakaian standar dalam acara formal. Sedangkan Kemeja biru terkesan lebih fleksibel dan cocok berpadu dengan berbagai jenis kulit. Kemeja biru cocok dengan warna kulit gelap dan warna pucat, selain itu beberapa orang berpandangan bahwa kemeja putih terlihat lebih murah.


Bagian Kemeja

Secara garis besar, bagian-bagian dari kemeja yang perlu di ketahui adalah seperti yang dapat Anda lihat pada gambar di bawah, walaupun masih ada bagian detail lain.

1. Kerah / Collar

Bagian yang satu ini merupakan yang paling penting dari kemeja, ada berbagai jenis tipe kerah/collar seperti button down collar, pointed collar, spread collar, pin & tab collar serta lainnya. Masing-masing tipe kerah/collar menentukan level formalitas dari suatu acara dan juga di sesuaikan dengan bentuk wajah.

2. Lengan

Seperti yang sudah saya bilang di atas, jika kemeja berlengan pendek itu berarti di kenakan untuk acara casual. Walaupun setiap kemeja lengan panjang belum tentu untuk acara formal. Dalam memilih kemeja, lumayan sulit untuk mencari kemeja dengan lengan yang pas dengan ukuran kita, terutama kemeja lengan panjang.

3. Cuff
Walaupun bentuknya kecil, bagian yang satu ini sangat penting. Selain kerah, cuffadalah salah satu bagian yang terlihat ketika kita mengenakan jas/jacket untuk ke acara resmi atau formal. Ukuran cuff harus lebih panjang sekitar 1-1,5 inchi dari jas/jacket Anda. Ada beberapa model cuff yang bisa Anda coba, mulai dari yang standar ataupun variasi lainnya.

4. Placket

Sebagian besar kemeja formal maupun casual memiliki bagian yang satu ini. Seperti yang bisa dilihat pada gambar,placket terletak di bagian kiri depan dengan terdapat beberapa lubang kancing yang berbaris vertikal.

5. Yoke

Yoke adalah bagian kemeja berupa bahan yang menghubungkan kemeja bagian depan dan belakang, selain itu juga untuk menutupi tulang bahu kita. Ada dua model yoke, yaitu one-piece yoke dan two-piece yoke. Kemeja formal biasanya menggunakan one-piece yoke.


6. Pleat
Seperti kita ketahui, punggung seorang pria tidaklah rata. Oleh karena itu banyak bagian belakang kemeja yang di desain dengan pleat yang berfungsi untuk menyesuaikan postur punggung kita.

Ada 2 macam pleat yang bisa Anda temui, yaitu box pleat dan side pleat. Namun banyak juga kemeja yang di desain tanpa pleat.



Rabu, 14 Agustus 2013

SEKILAS TENTANG SWEATER

SEKILAS TENTANG SWEATER 


1. SWEATER

Sweater

Sweater, jumper, pullover atau jersey merupakan pakaian jadi hasil rajutan yang diperuntukkan menutupi badan dan lengan. Pakain tersebut terkenal di kalangan pria, wanita, dan anak2 semua usia. Sweater sering dipakai menutupi kaos, blus, kemeja, atau baju atasan lainnya. Namun, sweater juga bisa menutupi hingga ke kulit. Sweater pada dasarnya dibuat dari wool, tetapi kini sweater bisa dibuat dari katun, serat sintetis, atau dari kombinasi bahan tersebut. Perawatan sweater dilakukan dengan cara dicuci atau dibersihkan tanpa dibasahi dan menggunakan alat yang disebut pint roller atau pill razor. 
Bahan yang biasa dipakai untuk membuat sweater biasanya memiliki karakter berbulu, menyerupai benang wol. Bulu-bulu tersbut terdapat di bagian dalam bahan agar sweater yang dipakai terasa hangat. Adapun bahan yang biasa dipakai untuk membuat sweater antara lain. 

Cotton Fleece 
Pada sisi luar sama dengan bahan katun pada kaos. Serat lebih besar, dan lebih kasar dibandingkan bahan kaos. Pada bagian dalam berupa fleece atau bulu halus seperti kapas atau wool. 

Polyester Fleece 
Sama seperti kaos bahan PE. Dibandingkan dengan cotton fleece, bahan ini lebih mengkilap karena mengandung polyester / plastik. Biasanya PE Fleece ini lebih kaku dibandingkan dengan cotton fleece. 

Baby Terry
Mirip dengan cotton fleece, namun bulu lebih halus. 


2. SWEATSHIRTS



Sweatshirts


Sweatshirts merupakan varian dari sweater yang dipakai sebagai pakaian olahraga atau kasual. Sweatshirts dibuat lebih tipis, biasanya dibuat dari bahan katun jersey berlawanan dengan bahan tekstil rajutan. Sweatshirts juga merupakan pakaian kasual yang bersifat non semi-formal seperti sweater tipe lainnya.



3. HOODIE


Hoodie

Hoodie (juga disebut sweatshirt berkerudung atau hoody) merupakan sweatshirt berkerudung. Hoodie seringkali dilengkapi dengan semacam aksesoris yang disebut muff (sarung tangan yang terbuat dari bulu). Aksesoris tersebut dijahit pada bagian depan bawah hoodie. Selain itu hoodie juga dilengkapi kerudung, tali yang digunakan untuk mengatur bukaan kerudung, dan risleting yang bisa digerakkan secara vertical pada bagian tengah hoodie.

JENIS - JENIS BAHAN JAKET

JENIS - JENIS BAHAN JAKET


Jaket pada umumnya dibuat dari bahan parasut dengan lapisan dalamnya dari bahan yang bertekstur jaring atau polos. Akan tetapi, tidak sedikit jaket yang dibuat dari bahan semi jeans yang dilapisi kain tebal didalamnya. 

Berikut ini jenis-jenis bahan jaket yang biasa digunakan untuk membuat jaket :

1. Bahan Parasut

Bahan parasut tipis,ringan dan kedap air, sejuk ketika dipakai.    



2. Bahan Polyester Adidas, Diadora, Lotto

Bahan polyester yang sering digunakan untuk jaket sporty. Lotto dan Diadora adalah bahan jaket yang agak mengkilat, Diadora agak lebih tebal, sedangkan Adidas lebih tidak mengkilat.

3. Bahan Katun Tebal

Bahan katun bersifat menyerap keringat. Bahan katun yang digunakan untuk jaket biasanya tebal dan digunakan untuk membuat kemeja atau blus. Jaket berbahan katun tebal menjadi favorit kaum wanita karena bisa dibuat dengan berbagai model yang modis.

4. Bahan Corduroi

Bahan Corduroi merupakan sejenis kain yang tekstur permukaannya bergaris-garis. Bahan Corduroi dapat dibuat menjadi jaket hanya dengan lapisan dalam kain katun tebal. Bahan Corduroi kadang-kadang tidak memerlukan kain pelapis di dalamnya karena Corduroi memiliki ketebalan yang bervariasi.

5. Bahan Wol

Bahan wol bisa dibuat menjadi jaket. Wol terbuat dari benang pintal yang tebal dari kulit domba. Wol merupakan bahan yang hangat ketika dipakai sehingga tidak perlu menggunakan lapisan dalam. Lapisan dalam yang digunakan berfungsi memebri efek halus pada kulit badan, seperti bahan katun tipis supaya yang memiliki kulit sensitif terhadap sentuhan benang wol dapat terbantu.


6. Bahan Jeans

Bahan jeans selain digunakan untuk membuat celana panjang dan kemeja, bisa juga digunakan untuk membuat jaket. Teksturnya yang cukup tebal dan berat bisa dijadikan sebagai alternatif pilihan bahan jaket dengan model yang bisa dibuat mengikuti tren sehingga tidak bosan mengenakannya.

7.Bahan Kulit

Bahan kulit selain awet, juga tidak perlu dicuci, cukup dengan menggantungkannya di tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Untuk membersihkan jaket kulit dari kotoran, cukup menggunakan kain lembap saja.  

8. Bahan Kanvas

Bahan kanvas biasanya digunakan untuk membuat jaket-jaket kasual dan semi resmi. Bahan kanvas bermacam-macam jenisnya dari serat dan ketebalan yang berbeda-beda. Bahan kanvas lapisan atasnya sedikit berbulu, selain itu benang atau material ringan mudah menempel pada bahan kanvas.

9. Bahan Drill

Bahan drill biasa digunakan sebagai bahan jaket-jaket yang menyerap keringat, sifat-nya halus dan dingin kalau dipakai, cocok untuk  jaket komunitas. Ada bermacam jenis drill yang beredar di pasaran, diantaranya american drill  dan japan drill.




SEKILAS TENTANG JAKET

SEKILAS TENTANG JAKET


Jaket merupakan baju untuk luaran yang panjangnya hingga pinggang atau pinggul Jaket bisa dipakai untuk menahan angin dan cuaca dingin. Bagian bukaan jaket terletak di bagian depan dari leher hingga ke bawah. Ritsleting, kancing, atau sabuk dipakai sebagai alat untuk membuka dan menutup bagian bukaan jaket. 
Kata Jaket berasal dari istilah Perancis jaquette dan diambil dari nama Jacques James. Istilah tersbut  muncul pada masa yang disebut Middle French (1340 - 1611) dengan kata jaquet yang merujuk kepada pakaian yang disebut tunik ringan. Pada masa Perancis Modern, istilah jaquette bersinonim dengan jacket
Berbeda dari kemeja atau blus yang dibuat dari kain tipis, jaket dibuat dari kain tebal dan sering diberi kain pelapis dan bahan penghangat di bagian dalam seperti bulu-bulu harus burung atau bulu angsa. Tidak seperti kemeja atau blus, jaket tidak dipakai untuk langsung bersentuhan dengan kulit. Oleh karena itu, jaket tidak perlu dicuci atau tidak perlu sering dicuci. Sebagian besar jaket juga dibuat dari bahan yang tidak dapat dicuci.
Sepintas jaket mirip dengan mantel. Namun, terdapat perbedaan bentuk seperti jaket panjangnya hanya sampai pinggang atau pinggul, sedangkan mantel dibuat lebih panjang hingga ke lutut bahan kaki. 


Selasa, 13 Agustus 2013

JENIS-JENIS BAHAN KAOS


JENIS-JENIS BAHAN KAOS


Kaos Custom Bandung

BERDASARKAN PROSES PEMBUATANNYA

A.Woven
Kain yang di buat dari hasil penyilangan dua benang dengan cara di tenun/ dianyam. Sering disebut kain tenun. Bahan woven cirinya tidak dapat di tarik.
A.Knit
Kain yang dibuat dari jeratan – jeratan benang / mengaitkan benang dengan benang , sering di sebut kain rajut. Cirinya kain ini dapat di tarik atau elastis. Contoh dari kain rajut : jersey, interlock, rib, single jersey, tricot dll.

BERDASARKAN SPESIFIKASI BENANG

1. Katun
A. Katun Combed:
Serat benang lebih halus.
Hasil Rajutan dan penampilan lebih rata.
:B. Katun Carded
Serat benang kurang halus.
Hasil rajutan dan penampilan bahan kurang rata.
Sifat kedua jenis bahan tersebut bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas.

2. TC (Teterton Cotton)
Jenis bahan ini adalah campuran dari Cotton Combed 35 % dan Polyester (Teteron) 65%. Dibanding bahan Cotton, bahan TC kurang bisa menyerap keringat dan agak panas di badan. Kelebihannya jenis bahan TC lebih tahan ’shrinkage’ (tidak susut atau melar) meskipun sudah dicuci berkali-kali.

3. CVC ( Cotton Viscose)
Jenis bahan ini adalah campuran dari 55% Cotton Combed dan 45% Viscose. Kelebihan dari bahan ini adalah tingkat shrinkage-nya (susut pola) lebih kecil dari bahan Cotton. Jenis bahan ini juga bersifat menyerap keringat.

4. Polyester dan PE
Jenis bahan ini terbuat dari serat sintetis atau buatan dari hasil minyak bumi untuk dibuat bahan berupa serat fiber poly dan yang untuk produk plastik berupa biji plastik. Karena sifat bahan dasarnya, maka jenis bahan ini tidak bisa menyerap keringat dan panas dipakainya.

BERDASARKAN JENIS BENANG

Pentingnya mengetahui tentang benang atas bahan kaos yang kita kehendaki adalah berkaitan dengan ketebalan atau gramasi bahan kaos itu sendiri.
1. Benang 20S
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos atara 180 sampai dengan 220 Gram/Meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
2. BENANG 24S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt.
3. BENANG 30S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 210 sampai dengan 230 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.
4. Benang 40 S
Biasa dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Single Knitt atau Gramasi 180 sampai dengan 200 Gram / meter persegi untuk jenis rajutan Double Knitt.

BERDASARKAN JENIS RAJUTAN

1. Single Knitt (Contoh. Combed 20′S, S nya adalah single knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan jarum single.
Penggunaan hanya satu permukaan atau tidak bisa dibolak-balik (2 permukaan).
Jenis rajutan rapat, bahan padat, kurang lentur (stratching).
Sebagian besar produk kaos yang ada di pasaran adalah memakai jenis rajutan Single Knitt.


2. Double Knitt (Contoh. Combed 20′D, D nya adalah double knitt)
Pengertian teknisnya adalah rajutan Jarum Double.
Sehingga penggunaannya bisa dibolak-balik (atas bawah tidak masalah).
Jenis rajutan tidak rapat, bahan kenyal, lembut, dan lentur.
Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi (baby) dan anak-anak (Kid’s). Ada sebagian orang menyebut bahan ini dengan sebutan Interlock.


3. Lacoste
Pengertian teknisnya adalah rajutan texture / corak.
Penggunaan tidak bisa dibolak-balik.
Jenis rajutan bertexture, bulat, kotak, atau menyerupai segitiga kecil-kecil.
Sebagian orang ada yang menyebut bahan ini Pique atau Cuti, dan hanya lazim digunakan untuk Polo Shirt atau Kaos Kerah.


4. Striper atau Yarn Dye
Pengertian teknisnya adalah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye).
Penggunaan tidak bisa di bolak-balik.
Jenisnya bisa Single Knitt maupun Double Knitt.
Finishing harus openset / belah.
Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur / warna-warni. Biasa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt, maupun Polo Shirt).


5. Drop needle
Pengertian teknisnya adalah rajutan dengan variasi cabut jarum.
Penggunaannya bisa di bolak-balik.
Jenis rajutan texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur.
Produk kaos ini banyak digunakan untuk Rib Leher (T-Shirt), Ladies T-Shirt Body Fit, dan kaos singlet.

BERDASARKAN PROSES FINISHING

Jenis finishing bahan kaos disini berkaitan dengan lebar bahan kaos yang dikehendaki yang berkaitan dengan kebutuhan efisiensi pola / marker. Finishing juga berkaitan dengan kebutuhan akan handfeel / pegangan bahan kaos.

1. Tubular/Bulat
Bentuk bahan kaos disini adalah bulat melingkar (seperti sarung) untuk bahan Cotton disebut Callendar, sedangkan untuk Non-Cotton disebut Setting. Jenis bentuk finishing bahan kaos seperti ini yang paling banyak dipakai oleh para produsen garment / Clothing Company.

2. Openset/Finish belah
Bentuk bahan kaos yang di openset adalah sudah dibelah melebar / horizontal. Kelebihan dari finishing ini adalah serat bahan jadi lebih lurus dan shrinkage (susut kain) lebih halus. Jenis finishing ini banyak digunakan untuk produk kaos yang mengutamakan mutu, merk branded / ternama, dan kualitas export.

3. Mercerized/Non Mercerized
 
Mercerized 

Adalah jenis finishing yang membuat serat bahan kaos jadi lebih rapat, warna lebih cerah, shrinkage lebih bagus, dan handfeel lebih keras. Contoh untuk jenis bahan ini banyak dipaai oleh produsen kaos lokal seperti: Metalizer, Cressida, IE-BIE, Dadung, Dagadu, Sinergy, BE-HOT, dan lainnya.
Non Mercerized:
Adalah jenis finishing yang mengutamakan handfeel atau pegangan yang soft dan lentur. Contoh produk kaos yang memakai bahan jenis ini: Billabong, Quicksilver, Giordano, dan sebagian besar produk pakaian anak-anak dan bayi.


4. Bio Enzym dan Bio Compact
Jenis finishing ini merupakan inovasi dari Non Mercerized. Sebenarnya kedua jenis finishing ini secara teknis bersifat merapuhkan permukaan bahan kaos dengan semacam bakteri. Yang didapatkan adalah penampilan bahan jadi super lembut, bulunya jadi halus dan warna lebih cerah. Kelemahan bahan ini adalah tidak awet. Tetapi konsumen produk kaos jenis ini tidak mengutamakan keawetan kaos melainkan gengsi, karena produk ini umumnya merek terkenal dan mahal seperti : Billabong, Rusty, Ocean Pasific, Rip Curl, No Fear, dan lainnya.

5. Rotary Print
Jenis finishing bahan kaos ini yang dimaksud adalah bahan kaos yang sudah dalam bentuk printing / sablon sebelum di cutting. Proses printingnya memakai mesin rotary sehingga dinamakan rotary print. Jenis bahan kaos ini banyak dipakai oleh produsen garment anak-anak dan wanita.

BAHAN KAOS KATUN CARDET

BAHAN KAOS KATUN CARDED



Bahan Katun Carded

Kaos Custom Bandung

Bahan kain katun carded memiliki serat benang yang kurang halus dibandingkan dengan katun combet. Kain katun carded merupakan kain KW1 nya kain combed sehingga hasil rajutan dan penampilan bahan kurang halus dan kurang rata. Dalam proses finishing pembuatannya, tidak disisir sehingga masih terdapat serat-serat kapas halus yang tersisa. Bahan kain katun carded  bisa menyerap keringat dan tidak panas, karena bahan baku dasarnya adalah serat kapas sama halnya dengan bahan kain katun combed. Dengan harganya relatif lebih murah dibandingkan katun combed, bahan cotton carded sering digunakan untuk kaos-kaos dengan target pasar kelas menengah, misalnya untuk kaos karyawan pabrik, seragam buruh, dan juga kaos oblong olahraga. Perbedaan antara kain katun combed dan cardet yang ada di pasaran adalah kain katun combed lebih tebal daripada kain katun carded.