Kamis, 08 Mei 2014

PERBEDAAN KAOS POLOS LOKAL & IMPOR

PERBEDAAN KAOS LOKAL & IMPOR

  Siapa yang tak ingin mengenakan kaos polos dengan kualitas bagus. Semua pasti lebih memilih kaos polos dengan kualitas bagus, namun jika pilihan dihadapkan pada pilihan kaos polos impor dan kaos polos lokal pasti banyak yang akan memilih kaos polos lokal yang asli MADE IN INDONESIA. Pertimbangannya tentu saja dari segi bahan atau kualitasnya, serta dilihat dari harga yang ditawarkan. Merek kaos polos impor yang beredar di Indonesia cukup banyak, diantaranya ada GILDAN, Fruit of The Loom, dan Hanes. Sedangkan untuk kaos polos lokal biasanya tanpa merek. Berikut ini keunggulan dan kelemahan masing-masing.

 

KAOS POLOS IMPOR

Keunggulan
-  Kualitas tinggi, hasil produksi melalui tahap seleksi Quality Control yang ketat sehingga kualitas kaos polos yang dihasilkan tinggi dan stabil.

Kelemahan
-   Varian warna dan model tidak banyak
-   Ketatnya peraturan bea cukai dan impor barang membuat suplai kaos polos impor tidak  stabil.
-   Harga relatif lebih mahal
-   Ukuran standarnya lebih besar untuk rata-rata orang asia.


KAOS POLOS LOKAL

Keunggulan
-   Pilihan warna dan model banyak.
-   Suplai kaos polos lebih stabil karena diproduksi oleh konveksi-konveksi di Indonesia.
-   Harga relatif lebih murah.
-   Ukuran standar asia.

Kelemahan
-   Kualitas kaos lokal hasil produksi tidak stabil jika dibandingkan kaos impor. Namun, demikian semakin lama semakin membaik dan bisa bersaing.

Rabu, 12 Februari 2014

MENGENAL BAHAN DASAR TEKSTIL

MENGENAL BAHAN DASAR TEKSTIL

 Secara garis besar bahan dasar untuk membuat kain atau textile dibagi menjadi empat sumber, yaitu :
- Animal Textiles ( bahan baku dari binatang )
- Plant Textiles ( bahan baku dari tumbuhan )
- Mineral Textiles ( bahan baku dari bahan tambang )
- Synthetic Textiles ( bahan baku dari bahan buatan / kimia / sintetis)

Animal Textiles

Pada umumnya bahan Animal Textiles berasal dari rambut, bulu dan serat kulit binatang. Contoh kain yang berasal dari binatang, yaitu kain wool dan kain sutera. Kain wool pada umumnya berasal dari bulu domba namun, bisa juga dari bulu ilama, unta dan alpaca. Selain itu, ada juga kain yang berasal dari rambut domba dari Kasmir yang dinamakan kain Cashmere. Kain ini berharga mahal dan uniknya lebih sering dicuci akan semakin halus tetapi harus menggunakan detergen khusus seperti shampo. Wool dan Cashmere tergolong berat dan tebal sehingga cocok untuk daerah sejuk hingga dingin. Umumnya dijadikan jaket, mantel, selimut, dan jubah tradisional. Berbeda lagi dengan sutera yang berasal dari serat kepompong ulat sutera. Kain sutera sangat halus dan berkilau sehingga terlihat mewah, jadi berharga mahal. Cocok dibentuk menjadi aneka busana muslimah, Kerudung, Jilbab, Serban atau Sorban

Plant Textiles

Plant Textiles berasal dari serat tumbuhan. Selain itu, bisa berasal dari akar, kulit pohon, daun, dan buah tumbuhan. Contoh tumbuhan yang biasa diolah menjadi kain yaitu kapas, kapuk / randu, rami, pandan, bambu, kelapa, pisang, nanas, dan aneka rumput - rumputan. Kain dari kapas disebut katun ( cotton ) , dari serat nanas disebut pina, dll.

Mineral Textiles

Mineral Textiles berasal dari bahan tambang seperti asbes, basalt, besi, perak, serat gelas, dan emas. Pada umumnya ketika diolah menjadi kain dibentuk dulu menjadi serat atau lembaran. Tujuan penggunaan bahan tambang sebagai kain karena alasan khusus seperti kekuatan dan kemewahan. Kain dari asbes dinamakan vinyl.

Synthetic Textiles

Merupakan kain yang dibuat dari bahan sintesis atau kimia. Contoh kain dari bahan kimia :

Polyester
( dibuat dari serat sintesis berbahan dasar minyak bumi )
Aramid

Acrylic
( wool imitasi )
Nylon
( sutera imitasi )
Spandex atau Lycra

Olefin Fibre

Ingeo

Lurex

Satin
( kain mengkilap )

Rabu, 05 Februari 2014

MENGENAL BAHAN KAIN SPANDEX

MENGENAL BAHAN KAIN SPANDEX

          Spandex merupakan salah satu jenis kain. Menurut istilah, spandex adalah serat sintetik yang mempunyai elastisitas yang sangat luar biasa. Kain spandex dibuat dari campuran bahan kimia elastomer (bukan mineral atau serat organik hewan/tumbuhan). Kekuatan dan ketahannya tidak kalah dibanding karet, daya mulurnya bisa sampai mencapai 6 kali panjang semula.
         Keistimewaan bahan spandex (biasa juga disebut lycra) yang lainnya antara lain tahan terhadap keringat , Cahaya matahari, dan minyak-minyak , Lycra dapat di cuci berulang-ulang dg mesin cuci pada suhu 60 derajat celcius. Namun ternyata, benang spandex/lycra tidak bisa berdiri sendiri untuk menjadi kain , Lycra hanya dipakai 8 – 12 persen dan selebihnya adalah dari serat lain. 


Jenis-jenis kain Spandex


1. Spandex Rayon Super

Kain spandex rayon super adalah kain dari benang rayon dengan campuran spandex. Teksturnya mirip katun, tapi halus dan bisa meregang karena ada campuran spandex di dalamnya (kain rayon sebenarnya tidak elastis, makanya diberi campuran spandex agar dapat meregang). Karena benang utamanya adalah rayon, kain ini tidak mengkilap, halus, lembut, dingin, nyaman, dan bersifat menyerap keringat. Kain jenis rayon tidak menahan panas tubuh sehingga kain terasa sejuk dan cocok untuk digunakan di iklim yang panas/hangat atau lembab.
Saran Perawatan: 
  • Jangan direndam dalam air detergen lebih dari 1 jam 
  • Jangan dicuci diatas suhu 60 derajat celcius karena dapat merusak seratnya (kain jadi mudah "berbulu").
  • DRY CLEANING lebih dianjurkan
  • Gunakan medium temperature untuk menyeterika => Kalau terlalu panas, serat spandex yang ada di dalamnya akan meleleh dan mengeras kembali, kain akan menjadi lebih kasar dan serat yang rusak akan terlihat mengkilap dan berwarna keputihan. 

2. Spandex Semi Rayon

Kain spandex semi rayon sangat mirip dengan kain spandex rayon, bedanya disini jumlah campuran spandexnya lebih banyak sehingga bisa meregang lebih panjang daripada spandex rayon super. Karakter kain seperti tidak mengkilap, halus, lembut, dingin, nyaman, dan bersifat menyerap keringat sama dengan spandex rayon. 
 Saran Perawatan: 
  • Jangan direndam dalam air detergen lebih dari 1 jam 
  • Jangan dicuci diatas suhu 60 derajat celcius 
  • DRY CLEANING lebih dianjurkan
  • Gunakan medium temperature untuk menyeterika

3. Spandex Balon / Balloon Spandex
Kain ini menggunakan benang utama dari polyester dengan campuran serat spandex. Kain ini memiliki kemampuan meregang yang sangat baik, sangat lentur. Kain ini agak mengkilap, ringan, dan mudah melepas panas. Biasanya makin banyak kandungan polyesternya, makin panas dipakainya dan makin sulit meregang. Kain ini tidak mudah rusak seratnya sehingga aman untuk dicuci dengan detergen dalam waktu lama.
Saran Perawatan: 
  • Boleh direndam dalam air detergen 
  • Jangan dicuci diatas suhu 60 derajat celcius 
  • Tidak perlu menggunakan dry cleaning
  • Gunakan low-medium temperature untuk menyeterika

4. Spandex Morgan

Mungkin "morgan" hanyalah nama yang diberikan oleh supplier kain. Intinya kain ini memiliki karakter seperti spandex semi rayon, tapi dengan gramasi (berat kain per meter persegi) yang tinggi. Jadinya kain ini lebih tebal (hampir 2x lipat dari spandex rayon super), lebih durable (anti-"berbulu"), sangat comfortable to wear dan terkesan lebih luxurious dari kain spandex atau kain bahan kaos lainnya. 
 Saran Perawatan: 
  • Jangan direndam dalam air detergen lebih dari 1 jam 
  • Jangan dicuci diatas suhu 60 derajat celcius 
  • DRY CLEANING lebih dianjurkan
  • Gunakan medium temperature untuk menyeterika
  

5. Katun Spandex / Spandex Cotton

Katun spandex adalah kain campuran serat spandex+benang katun, yaitu jenis kain katun yang terdiri dari campuran bahan kain katun dengan spandex atau kapas dengan polyurethane. Ciri-ciri kain spandex yang paling menonjol adalah sifatnya yang lebih elastis, lebih kuat dan tahan lama disbanding kain katun. Sedangkan kain katun kurang elastic namun dingin bagi pemakainya. Kombinasi kedua bahan ini menjadikan pakaian dari bahan Katun spandex memiliki sifat elastic, tahan lama namun tetap dingin dipakai. Cocok untuk diterapkan di daerah tropis
          Saran Perawatan:
.
  • Pisahkan bahan dengan bahan yang kasar, karena dapat merusak serat lembut pada bahan rayon spandex
  • Pisahkan dengan baju yang berwarna lain,terutama jika kain dari bahan rayon spandex anda berwarna muda
  • Rendam secukupnya kira-kira 20 menit,jangan terlalu lama
  • Jangan dicuci diatas suhu 60 derajat celcius karena dapat merusak seratnya (kain jadi mudah “berbulu”).
  • Jangan disikat dan diperas terlalu kuat
  • Tidak mencuci dengan mesin cuci
  • DRY CLEANING lebih dianjurkan
  • Gunakan medium temperature untuk menyeterika => Kalau terlalu panas, serat spandex yang ada di dalamnya akan meleleh dan mengeras kembali, kain akan menjadi lebih kasar dan serat yang rusak akan terlihat mengkilap dan berwarna keputihan.
  • Usahakan untuk tidak menjemur di bawah sinar matahari langsung
  • Tidak digantung,karena baju tidak kuat menahan beban air pada kaos yang basah,sehingga kaos mudah melar

 

6. Kain ITY Spandex / Korean Spandex

ITY adalah singkatan dari Interlocked Twisted Yarn. Sebenarnya, bahan ini adalah bahan sejenis jersey, namun memiliki serat spandex yang membuat kain ini dapat meregang. Karakteristik dari kain ITY adalah lembut, "jatuh" dengan sangat baik, namun sedikit lebih berat dari spandex rayon.
Saran Perawatan: 
  • Boleh direndam dalam air detergen 
  • Dapat dicuci dengan suhu di atas 60 derajat celcius 
  • Tidak perlu menggunakan dry cleaning
  • Gunakan medium-high temperature untuk menyeter